![]() |
TechHijau.my.id – ASUS Zenfone Go ZC500TG |
Gimana nih kabarnya baik kan? Jangan lupa nih bentar lagi UTS, Admin juga bakal berhenti sementara terkait pelaksanaan UTS buat minggu depan. Walaupun mimin saat ini lagi berusaha tidak sering membahas game dan juga untuk mengisi kategori Review di blog ini, agar para pembaca disini gak jenuh kalau cuma bahas game haha. Nah sesuai judul diatas, Admin akan membagikan curhatan mengenai perangkat lama (Android) yang Admin gunakan.
![]() |
ASUS Zenfone Go via ASUS |
![]() |
ASUS Zenfone Go ZC500TG (punya Admin) |
Harga
Dulu pas waktu beli pada Agustus 2016, harga yang Admin beli dulu di daerah Kota Malang tempat kiosnya di IndoCell Malang seharga Rp. 1.400.000 (16 GB/2 GB) dan plus Anti-Break (sejenis tempered glass) seharga Rp. 95.000 yang gunanya perlindungan ekstra layar smartphone dari goresan dan cocok untuk layar sentuh (mengkilat seperti kaca).
![]() |
Harga Zenfone Go ZC500TG (Tokopedia) |
Namun, untuk tahun 2020 harga yang tersedia di Tokopedia, untuk kondisi bekasnya rentang harga sekitar 400rb s.d 700rb dan untuk kondisi baru ada yang harganya 900rb s.d 1.4jt (tergantung varian dan tempat).
Spesifikasi
![]() |
Spesifikasi via ASUS |
Sumber spesifikasi lengkap dan secara detail, kamu bisa lihat di situs resmi GSMArena.
Chipset
![]() |
Hasil skor performa dari AnTuTu Benchmark 7 |
Pada bagian jeroan dapur pacunya, menurut pengalaman Admin menggunakan Zenfone Go ZC500TG ini masih cukup mumpuni untuk tahun kisaran 2015-2017. Dengan ditenagai chipset MediaTek MT 6580 dengan menggunakan CPU Quad-core, di setiap core berkecepatan 1.3 GHz berbasis arsitektur ARM Cortex A7 yang ditujukan untuk prosesor cluster/fokus performa (generasi awal) dengan harga yang relatif murah dengan perfoma yang lumayan dibandingkan ARM Cortex A5 (hemat daya).
Dibantu dalam hal pengolah grafis GPU Mali-400MP2 dengan kecepatan core maksimum 500MHz untuk menjalankan grafis, render gambar, video dan game ringan dengan lancar. Meskipun untuk penggunaan chipset sekarang sudah ketinggalan jaman. Walaupun begitu, masih bisa digunakan selama perangkat masih bisa mengolah digital untuk aktivitas yang ringan-ringan saja. Contohnya seperti membuka socmed ringan, melihat email, mengedit file dokumen, game yang sederhana, dsb.
Memori
Dengan ukuran sebesar itu, masih bisa dipakai untuk aktivitas ringan seperti game ringan, socmed, browsing, dan lain lain belaku pada tahun 2016-2018. Namun sayangnya, Admin rasakan pada tahun 2019 ini sudah mulai memenuhi kapasitas untuk menanggung ukuran aplikasi yang terinstal, solusinya beralih ke aplikasi yang lebih ringan atau versi lite.
Baterai
![]() |
Geekbench 4 – Skor tes baterai |
Pada sektor daya yang digunakan sudah tertanam baterai pada smartphone ini sebesar 2070 mAh. Dalam kondisi baru (2016), Asus Zenfone Go ini bisa mampu bertahan sampai seharian pada penggunaan yang normal. Namun untuk sekarang, daya tahan baterai hanya bisa untuk nonton sekitar 5 jam dan buat gaming ringan hanya sampai 2 jam saja (pengaruh penggunaan jangka lama pada baterai).
Secara teoritis dan dari pengalaman Admin, semakin lama jangka waktu baterai yang digunakan maka akan semakin berkurang kapasitas baterai aslinya. Biasanya penurunan performa baterai ini akan berkurang pada saat pengguna menggunakan baterai smartphone kisaran sekitar 2-3 tahun akan terasa perbedaan waktu dibandingkan beli baru dulu.
Sistem Operasi
![]() |
Android 5.1 (Lolipop) |
Oh iya, Zenfone Go ini masih menggunakan OS Android 5.1 Lolipop dikostum dengan ZenUI bukan loli yang itu ya :v wkwk yang bisa dibilang era versi Android pertama menghadirkan tampilan yang minimalis.
![]() |
Tampilan home (ROM bawaan ZenUI) |
![]() |
ROM ZenUI Android 5.1 (Lolipop) |
Namun sayangnya, dari Asus sendiri bahwa smartphone ini tidak adanya dukungan untuk upgrade OS. Jadinya dalam pembaruan OS masih stagnan, namun hanya pembaruan minor saja seperti pembaruan firmware perbaikan pada sistem saja.
![]() |
Costum ROM AOSP Android 7.1 (Nougat) |
Tetapi tetap saja Admin merasa membosankan dalam menggunakan OS Android 5.1 ditahun kisaran 2017-2019, Admin sudah mengganti OS bawaan dengan Costum ROM dengan cara memporting ROM dari vendor lain yaitu HP Infinix Hot 4, namun dengan basis prosesor yang sama (agar kompatibel). Saat ini menggunakan ROM AOSP (Android Open Source Project) dengan berbasis OS Android 7.1 Nougat sekarang.
Layar
![]() |
Layar – ASUS Zenfone Go ZC500TG |
Bagian penampilan layar, menurut Admin sudah terbilang sangat bagus dan jernih pada jamannya (2016). Karena Zenfone Go ZC500TG menggunakan layar IPS LCD berukuran 5 inci rasio 16:9 dengan ukuran resolusi HD 1280 x 720 pixel.
![]() |
Nonton Anime di ASUS Zenfone Go ZC500TG |
Sekedar buat nonton Anime, YouTube juga tidak terlalu buruk untuk segi ketajaman gambar dan warna yang sudah cukup pas. Pada layarnya sudah mengusung kaca ya, tidak seperti layar plastik sejak jaman Android cina dulu. wkwk.
Kamera
![]() |
Hasil Foto Landscape ASUS Zenfone Go ZC500TG 8MP (3264 x 2448) Compressed |
![]() |
Hasil Foto Portrait ASUS Zenfone Go ZC500TG 8MP (3264 x 2448) Compressed |
Tak lupa pula terdapat kamera depan sebesar 2 MP dengan bukaan f/2.4, walaupun bukaan diafragmanya kecil dengan resolusi seadanya. Jadi kalau ditanya kualitasnya standar-standar saja untuk keperluan video call dan foto selfie.
Build Quality
Konektivitas
Penilaian
Kelebihan
- Berat yang tergolong sangat ringan hanya 135gr.
- Layar 5 inci membuat ukuran smartphone yang ringkas dan bisa pas masuk ke saku.
- Baterai bisa dicopot (ketika hang, freez, stuck sangat membantu).
- Dual-SIM dengan KartuSD.
- Layar IPS membuat kualitas layar tajam dan warna akurat pada kelasnya.
- Terdapat kamera auto-fokus dan hasil kamera yang dihasilkan lumayan bagus pada kelasnya.
Kekurangan
- Jaringan Masih 3G (3.5G / H+).
- Berbahan bodi plastik.
- Performa dari spesifikasi kurang memuaskan (untuk tahun 2020 keatas).
- Tidak mendapatkan dukungan upgrade OS.
- ZenUI masih versi 1.0 (Jadul), banyak aplikasi Asus yang seharusnya ada tapi tidak ada jika dibandingkan dengan seri Zenfone Go lain.
- Baterai 2070mAh tergolong kecil, apalagi penggunaan sudah lama (2-3 tahun) lamanya lebih boros penggunaannya hanya 2-3 jam, karena prosesor ARM Cortex-A7 yaitu core khusus untuk cluster performa (agak boros) tidak adanya cluster hemat daya (ARM Cortex-A5). Dulu sempat awet sampai 6-7 jam dalam kondisi baterai prima (baru).
Kesimpulan
Selama Admin menggunakan Asus Zenfone Go ZC500TG, pada saat sekarang menulis artikel ini, menurut Admin, perangkat ini sudah tidak cocok digunakan untuk tahun 2020 ini. Padalah dulu perangkat ini masih cocok untuk penggunaan pada tahun 2015-2018 (low-end). Walapun begitu, perangkat ini masih bisa dipakai sebagai pengganti perangkat utama.
Alasan Admin kurang cocok untuk tahun 2020 ini, karena sudah jelas dari spesifikasi yang dibawakannya sudah tidak relevan lagi, dan tidak mampu mengikuti perkembangan software yang terbaru, berat dan boros resource.
Oh iya, buat yang belum tahu. Admin sekarang sudah memakai Android baru sebagai daily driver. Contohnya, kalian bisa lihat screenshot di artikel sebelumnya. Nantikan review selanjutnya ya, terima kasih atas menyempatkan baca artikel dan curhat dari Admin ini. Sekian dan sampai ketemu lagi dilain kesempatan gaes!